Melangkah Maju

Send Tweet Share

Melangkah Maju

Perjalanan program Green Prosperity Mentawai (GPM atau Kemakmuran Hijau Mentawai) berawal dari sebuah perbincangan antar sahabat. Dalam perbincangan tersebut, Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet dan Presiden Direktur Charta Putra Indonesia (PT CPI) Jaya Wahono setuju untuk bersama mencari jalan membangun Kabupaten Mentawai. Langkah pertama yang mereka putuskan bersama adalah mencari cara membangun infrastruktur kelistrikan di Pulau Siberut.

 

Pulau Siberut adalah pulau terbesar di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Pulau tersebut tidak hanya dikenal sebagai taman nasional, tetapi juga sebagai jantung adat dan kebudayaan Kepulauan Mentawai. Sayangnya, kondisi infrastruktur Pulau Siberut masih sangat terbelakang, terutama jika dibandingkan dengan pulau-pulau di Kabupatan Kepulauan Mentawai. Inilah sebabnya Pulau Siberut dipilih menjadi sasaran pertama pembangunan infrastruktur kelistrikan.

 

Beruntung, dalam perjalanannya, PT CPI berhasil mendapatkan hibah dari Millenium Challenge Account Indonesia untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa Bambu (PLTBM) di 3 desa di Pulau Siberut, yakni Desa Madobag dan Matotodan di Kecamatan Siberut Selatan, dan Desa Saliguma di Kecamatan Siberut Tengah. Ketiga desa tersebut dipilih  melalui proses perencanaan yang diselenggarakan oleh Bappeda Kabupaten Kepulauan Mentawai bersama dengan PT CPI.

 

Nama Kemakmuran Hijau adalah nama yang digunakan oleh penerima hibah MCA-Indonesia. Awalnya, pemerintah Republik Indonesia bersepaham dengan Millenium Challenge Corporation (MCC) untuk mengentaskan kemiskinan melalui pembangunan yang berkelanjutan. Maka terbentuklah organisasi perwalian dana hibah MCC yang bernama MCA-Indonesia. Salah satu program MCA-Indonesia adalah program pembangunan Kemakmuran Hijau;  kemakmuran yang tidak membinasakan alam.

 

Konsep pembangunan PLTBM Bambu di Pulau Siberut, yang digagas secara bersama oleh PT CPI, dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, mendapat kepercayaan MCA-Indonesia sebagai program yang akan mewujudkan misi kemakmuran hijau tersebut. Karena PLTBM Bambu Pulau Siberut tidak hanya akan menyalurkan listrik, tetapi juga meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana alam, dan membantu proses konservasi alam.

 

Maka terbentuklah GPM, sebuah kelompok kerja yang terdiri dari pelbagai pemangku kepentingan, yakni Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai sebagai organ pemerintahan daerah yang bersangkutan, dan PT CPI selaku kontraktor pembangun infrastruktur PLTBM Bambu Pulau Siberut. Para pemangku kepentingan tersebut bersatu dalam tekad untuk bergotong royong membangun Pulau Siberut, menjadi terang.

Dari situlah muncul konsep pembangkitan listrik berbasis bambu yang pembangunan dan pengoperasiannya melibatkan  masyarakat Mentawai. Konsep ini selanjutnya berkembang menjadi konsep Listrik Gotong Royong

 

Pembangunan PLTBM Bambu Siberut rencananya akan dimulai pada awal tahun 2016. Pembangunan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 1 tahun. Sesuai dengan kontrak penerimaan hibah dari MCA-Indonesia, GPM akan membantu mengoperasikan PLTBM Bambu di Pulau Siberut, sekaligus mempersiapkan masyarakat Mentawai untuk nantinya mengambil alih pengoperasian Listrik Gotong Royong, dan memaksimalkan kepemilikan PLTBM tersebut.