Harapan Mentawai

Send Tweet Share

HARAPAN MENTAWAI

Kabupaten Kepulauan Mentawai terpisah hampir 100 kilometer dari pesisir Provinsi Sumatera Barat. Untuk menuju Tuapejat, Ibukota Kabupaten tersebut, pengunjung menghabiskan waktu perjalanan sedikitnya 3 jam dari dermaga Kota Padang dengan menggunakan kapal cepat.

Selain letaknya yang terpisahkan lautan luas dari pulau Sumatera, pulau-pulau di Mentawai juga saling terpisah dari satu sama lain. Untuk mengakses pulau-pulau lain—seperti pulau Siberut, Pagai Selatan, atau Pagai Utara—di Mentawai, pengunjung harus mengandalkan kapal sewa, karena layanan kapal antar-pulau masih belum tersedia di setiap waktu.

Jalan darat yang rencananya menghubungkan gugusan pulau Mentawai masih belum terbangun dengan sempurna. Kondisi ini membuat warga semakin terisolasi, dan karenanya rapuh dihadapan bencana. Hal ini nyata terlihat ketika gempa dan tsunami melanda pada tahun 2010.

Kondisi geografis Mentawai yang sangat menantang mempersulit pembangunan  infrastruktur penunjang seperti infrastruktur kelistrikan. Di Pulau Siberut, yang notabene adalah pulau terbesar di Kabupaten Mentawai, baru desa Muara Siberut yang mendapatkan pelayanan listrik dari PT PLN. Sementara desa-desa di pedalaman Pulau Siberut masih belum seberuntung itu.